Latar Cerita
Kisahnya, adalah seorang bernama
Daniel yang hidup abad ke-6 SM di jaman Babilonia pada masa pemerintahan Raja
Darius yang orang Media. Daniel adalah satu dari tiga pejabat tinggi kerajaan, dia pejabat raja yang sangat disegani. Oleh karena kesuksesannya, para pejabat kerajaan
yang non-Yahudi sangat cemburu terhadap kinerja Daniel dan mereka bersekongkol mencari
akal untuk menjatuhkan atau menyingkirkan Daniel.
Upaya mereka berhasil membujuk dan
menjebak Raja Darius agar raja mau menerbitkan fatwa (dekrit) tentang larangan
sembahyang selama 30 hari kepada Allah apa pun kecuali hanya kepada raja saja. Bagi
siapa pun yang ketahuan melanggar fatwa itu, dia harus dihukum dengan dijebloskan
ke goa singa.
Dari pengintaian para pejabat raja yang dengki itu, ketahuan bahwa Daniel setiap
hari tetap sembahyang kepada Allahnya, walaupun fatwa raja sudah melarangnya. Akhirnya
Daniel dilaporkan ke raja dan hukuman harus konsisten dijatuhkan kepadanya. Walaupun Daniel seorang pejabat/pembesar kerajaan sekalipun, hukuman harus berjalan. Meskipun Raja
Darius sebenarnya sangat menyesal atas kasus ini, tapi raja tidak mungkin membatalkan
fatwanya. Daniel harus tetap menjalani hukuman dimasukkan ke penjara atau tepatnya
sebuah goa yang berisi singa-singa lapar.
Karena keyakinan Daniel kepada
Allahnya, walaupun dia berada di sarang singa, Daniel terbebas dari terkaman singa-singa
lapar tersebut. Allah telah mengutus malaikatNya untuk mengatupkan
rahang-rahang singa agar tidak memakan Daniel. Akhirnya Daniel pun dikeluarkan
kembali dari sarang singa, dan sejak peristiwa itu diketahui, raja pun menulis
fatwa baru agar semua penduduk mulai saat itu takut dan percaya kepada Allah
yang disembah Daniel. (Sumber cerita: Kitab Perjanjian
Lama, Daniel 6:1-29)
Pelajaran yang diperoleh: Allah yang Daniel sembah terbukti berkuasa atas hidup Daniel, sehingga
orang lain akhirnya percaya kepada Allah yang Daniel sembah. Jadi, adalah keliru kalau kita berlagak sok
jagoan untuk membuktikan bahwa diri kita berkuasa terhadap hidup orang lain supaya
orang lain mau menyembah kepada Allah yang kita sembah.
Lukisan “Daniel In Lion’s Den” (Dalam Berbagai Versi)
Dalam
Wikipedia (https://en.wikipedia.org/wiki/Daniel_in_the_lions%27_den) ada lukisan dalam 2 versi, yaitu Daniel dilukiskan masih
berusia muda (dilukis oleh Peter Paul Rubens, 1615) dan Daniel digambarkan dalam usia tua (dilukis oleh Briton Riviere, 1890).
Sebenarnya ada banyak versi lukisan yang bertema Daniel di sarang singa dan versi-versi itu tergantung dari latar-belakang dan preferensi senimannya dalam menafsirkan latar ceritanya. Ada yang versi Daniel muda vs. Daniel tua, ada versi lukisan menampakkan malaikat, ada yang tanpa malaikat, ada yang menggambar sarang singa (lion's den) berupa goa berdinding batu alamiah, ada juga yang berdinding batu tertata bikinan manusia disertai jeruji besi, ada yang menggambarkan lobang/pintu di bagian atas goa, tapi ada juga yang menggambarkan lobang/pintu di samping, ada versi pakaian Yahudi, ada yang versi Mesir, ada yang versi Arab, ada yang versi pejabat kerajaan, dan lain-lain versi.
Pirografi Daniel Di Sarang Singa Versi Anjani-Gallery
“Daniel Di Sarang Singa”, 60x94 cm (not for sale) |
Pirografi "Daniel Di Sarang Singa" Dilihat Dari Samping |